Kamis, 25 November 2010



Sebetulnya Air Force One bukanlah merujuk pada teknis sebuah pesawat, melainkan nama sandi untuk pesawat milik Angkatan Udara AS (US Air Force) yang dinaiki oleh Presiden Amerika. Jadi semua pesawat milik AS yang misalnya dalam keadaan darurat dinaiki sang presiden, maka namanya menjadi "Air Force One". Nama sandi ini berfungsi untuk membedakan antara pesawat yang sedang dinaiki Presiden Amerika dengan yang tidak.

Demikian juga ketika Presiden Amerika melakukan perjalanan darat, nama sandinya dikenal dengan "Army One". Sementara ketika sedang naik Helikopter (milik US Marine), maka nama sandinya adalah "Marine One".


Meski begitu pemerintah AS tetap memiliki kendaraan khusus presiden untuk setiap nama sandi. Kendaraan-kendaraan ini rutin digunakan Presiden Amerika dan kemudian dikenal masyarakat dengan sebutan Marine One (helikopter), Army One (Kendaraan lapis baja), dan Air Force One (pesawat udara)

SPESIFIKASI PESAWAT

Air Force One mendarat di Bandara Halim

Seluk Beluk Air Force One
Pemerintah AS mulai berpikir memiliki pesawat kepresidenan ketika masa Presiden Theodore Roosevelt pada dekade 1910-an. Saat itu, tugas-tugas Presiden Amerika sudah semakin kompleks dan dibutukan sebuah pesawat khusus untuk menunjang kinerjanya.


Sekarang, pesawat Air Force One ada dua buah, semuanya buatan Boeing. Jenisnya adalah 740-200 bermesin jumbo jet dengan nomor seri VC-25A. Dua pesawat ini nyaris identik, baik warna, dan bentuknya. Bedanya terletak pada nomor di ekornya, yakni 28000 dan 29000.


Masing-masing pesawat memiliki empat mesin jet elektrik CF6-80C2B1. Batas kecepatannya antara 630 dan 700 mil per jam dengan maksimal ketinggian terbang adalah 45.100 kaki. Air Force One membawa 53.611 galon bahan bakar dan mampu mengelilingi setengah dunia tanpa mengisi bahan bakar dalam sekali terbang.


Jika di Gedung Putih Presiden bekerja di Ruang Oval, maka di dalam Air Force One, ruang kerja presiden bernama Presidential Suite yang terletak di bagian depan pesawat. Di area 'milik' presiden ini tersedia kamar tidur, kamar mandi dan ruang santai. Layaknya sebuah kantor, para para staf senior presiden juga diberikan ruang keja sendiri-sendiri. Selain itu terseda juga ruang rapat yang cukup besar untuk membahas isu-isu penting.


Dalam prosedur penerbangan mereka juga punya standar baku yang ketat. Sebelum Air Force One terbang, persiapan menyeluruh dilakukan atas pesawat ini. Semua perangkat pesawat dicek, bahkan kabarnya para kru pesawat yang memang sudah terpilih, akan diinapkan selama berhari-hari di Andrew Air Force Base sebelum hari keberangkatan.


Beberapa hari sebelum Air Force One mendarat di suatu tujuan, Angkatan Udara AS lebih dulu mengirim sebuah pesawat kargo C141 Starlifter. Pesawat ini memuat, van untuk para pengawal, mobil kepresidenan, serta perlengkapan persenjataan. Saat berada di udara pun, Air Force One akan dikawal oleh sedikitnya dua pesawat tempur.


Untuk menjaga keamanan, menjelang pendaratan Air Force One, seluruh penerbangan di lokasi pendaratan akan di bersihkan. Tak ada sebuah pesawat pun yang boleh mendarat sebelum Air Force One mendarat dengan mulus. Kadang pembersihan jalur penerbangan ini memakan waktu minimal setengah jam atau lebih. Karena repotnya prosedur penerbangan Air Force One, tak heran pesawat ini jarang mendarat di bandar udara komersial melainkan di pangkalan udara.
Di dalam pesawat, Presiden dan stafnya berada dalam ruangan 4.000 kaki persegi yang terdiri atas ruangan tiga lantai, diantaranya ruangan suite untuk kantor Presiden yang besar, bak mandi, dan ruang pertemuan. Air Force One memiliki ruangan medis suite yang dapat berfungsi sebagai ruang operasi, dan dokter secara permanen. Pesawat juga mampu mempersiapkan makanan untuk 100 orang sekaligus
Selain merupakan pesawat kepresidenan, Air Force One bisa pula difungsikan sebagai bunker terbang. Hingga kini tak seorang pun pejabat AS mengetahui detail persis bagian-bagian dalamnya. Pesawat ini mampu bertahan dari serangan rudal dan terjangan pulsa elektromagnet nuklir.
Dengan demikian, Air Force One memang tak lagi sekadar pesawat jet eksekutif kepresidenan. Pesawat ini telah meningkat statusnya menjadi bunker bergerak yang selalu mencurigai bahwa setiap tempat yang akan disinggahi adalah tempat yang tak aman dan amat rawan serangan.

Untuk itu jangan heran jika iring-iringan pesawat, helikopter, dan kendaraan pengangkut Presiden AS juga telah diatur sedemikian rupa agar setiap calon pembunuhnya – termasuk para wartawan yang memburunya terkecoh. Air Force One, misalnya, tak dibiarkan berkunjung ke sebuah negara sendirian. Ia selalu didampingi sebuah lagi pesawat yang memiliki ujud serupa.

Seandainya PRESIDEN di Serang?
Nah ini berandai-andai saja bagaimana kalau serangan terhadap dirinya terjadi juga? Untuk skenario terburuk, SS akan langsung mengevakuasi Presiden dan istrinya dengan helikopter ke pangkalan udara bergerak terdekat milik AS.


Ketika berkunjung ke Bogor, pangkalan berupa kapal induk USS Essex itu berada di perairan sebelah utara Jakarta. Di kapal induk kecil ini, pasukan AS akan segera melindungi kepala negaranya dan bersiap diri melakukan serangan balasan sesuai tingkat serangan yang mengancam dengan demikian juga hari ini kapal tersebut sudah bersandar di perairan tsb untuk melindungi Presiden Obama saat kunjungan hari ini.
USS Essex, sejatinya, adalah kapal serbu amfibi. Di kapal ini mukim puluhan helikopter CH-46 Sea Knight, satu skadron tempur AV-8B Harrier, dan satu skadron heli antikapal selam. Kapal ini juga membawa tiga hovercraft Air Cushion Landing Craft. Lebih lanjut, perjalanannya ke Indonesia dipantau langsung oleh Armada ke-7 AL AS yang bermarkas di Hawaii. Dengan demikian, Anda tahu sendiri, apa yang akan terjadi jika dalam perjalanannya Presiden Amerika "diganggu"

PENGAMANAN AIR FORCE ONE di udara

AIR FORCE ONE COCKPIT

8 Armada Udara Masa Depan

Di tahun 1905, Albert Einstein dalam rumus Relativitas Khususnya yang terkenal, menyatakan bahwa kecepatan cahaya (c) selalu konstan, dan berbeda dengan hal lainnya, kecepatan cahaya tidak relatif. Dan Einstein juga menyebutkan bahwa tidak mungkin ada sesuatupun di alam semesta, yang bisa melebihi kecepatan cahaya. Tidak mungkin, impossible. Dan ini membuat perjalanan luar angkasa akan menjadi “kurang” efisien.

Tapi di tahun 1994, seseorang saintis menyatakan bahwa kecepatan melebihi kecepatan cahaya dimungkinkan secara teoritis. Caranya adalah dengan menggunakan Warp Drive Engine, mesin yang mempunyai kemampuan ”melengkungkan Ruang-Waktu”, Space-Time Bubble. Nama saintis itu adalah Miguel Alcubierre.

(Alcubierre Drive, The Warp Drive: Hyper-fast travel within general relativity, 1994 dalam jurnal Classical and Quantum Gravity)

Seandainya ini menjadi kenyataan, maka perjalanan menuju bintang-bintang akan dimungkinkan, dan planet-planet terjauh dan asing di tata surya pun bisa dicapai, hanya dalam hitungan menit..

Dan impian manusia yang telah ada selama ribuan tahun, untuk mengetahui apa yang ada di angkasa luar sana, akan terwujud. Impian ini mulai menjadi populer di dunia sejak sebuah epik fiksi ilmiah ditayangkan di tahun 1966. Kisah petualangan pesawat ruang angkasa Star Trek berkelana menjelajahi alam semesta. Dan inilah kisahnya dari masa ke masa.

1. USS Enterprise NX-01



Ini adalah pesawat awal yang menjadi prequel Star Trek. Diluncurkan April 2151, NX-01 menjadi pesawat luar angkasa Bumi pertama yang mempunyai kecepatan melebihi kecepatan cahaya, Warp 5, sehingga akhirnya manusia bisa mulai menjelajah bintang-bintang. Planet Jupiter pun bisa ditempuh dari Bumi hanya dalam 10 menit.
Warp = c (kecepatan cahaya) ^3
Warp 1 = 1 Kali c
Warp 2 = 8 kali c
Warp 3 = 27 kali c
Warp 5 = 125 kali c

2. USS Enterprise NCC-1701



Inilah yang menjadi awal dari legenda Star Trek. Pesawat Starfleet NCC-1701, yang dipimpin komandannya yang heroik Kapten James Tiberius Kirk. Enterprise menjelajah luar angkasa, mengunjungi planet-planet dan bintang-bintang yang sangat jauh dari Bumi untuk mencari pengetahuan dan tantangan baru.

Diluncurkan tahun 2245 dari galangan kapal antariksa San Fransisco di orbit bumi, kapal ini akhirnya menemui banyak peradaban luar bumi, seperti Klingon dan Romulan, serta menjumpai banyak keanehan dan keajaiban dari kehidupan di luar angkasa.

3. USS Enterprise NCC-1701-A



NCC-1701-A menjadi pesawat baru dalam armada Starfleet bagi Kapten Kirk, setelah pesawat sebelumnya hancur saat pertempuran dengan Klingon (dalam ”Star Trek III : The Search for Spock”). Beroperasi tahun 2286.

4. USS Enterprise NCC-1701-B



Diluncurkan pada 2293, dikomandani Kapten John Harriman (Permulaan film “Star Trek Generations”).

5. USS Enterprise NCC-1701-C



Beroperasi tahun 2332, pesawat ini berperan besar dalam perdamaian antara Federasi (Bumi dan Vulcan) dengan Klingon. Pesawat ini hancur secara heroik mempertahankan Planet Klingon dari serangan kapal-kapal Romulan. (TNG : episode ”Yesterday’s Enterprise”).

6. USS Enterprise NCC-1701-D



Inilah pesawat Star Trek legendaris yang dikomandani Kapten Jean-Luc Picard. Ukurannya nyaris 2 kali lebih besar dari Enterprise-A milik Kapten Kirk dan telah mempunyai kecepatan maksimum mencapai Warp 9,6.

Dalam penjelajahannya menembus batas-batas alam semesta, pesawat Federasi ini menemukan tantangan-tantangan yang jauh lebih besar. Selain kekuatan Romulan yang terus bertambah, mereka menemui lawan-lawan baru yang jauh lebih berat, seperti peradaban Borg, dan makhluk Omnipotent bernama ”Q”.

“Q” adalah makhluk berwujud manusia yang mempunyai kekuatan ”Maha Kuasa”, yang senang menguji para awak Enterprise, dan terutama, Kapten Picard. Sedangkan Bangsa Borg, adalah makhluk-makhluk setengah biologis dan setengah mesin. Tujuan mereka hanya satu. Mengasimilasi paksa semua kelebihan dari semua makhluk-makhluk hidup yang ada di seluruh alam semesta. Menjadikan diri mereka semakin lama menjadi makin, Sempurna.

Di saat ini, Federasi sadar, bahwa kedahsyatan pesawat-pesawat antariksa mereka tidak ada artinya dibandingkan dengan teknologi Borg yang sangat jauh lebih maju. Dan Borg bisa mengasimilasi seluruh Bumi, tanpa ada perlawanan berarti..

7. USS Enterprise NCC-1701-E



Di bawah ancaman Borg yang akan menginvasi Planet Bumi, Federasi melancarkan proyek-proyek super rahasia (Proyek Sovereign, Defiant, Prometheus) untuk mengakselerasikan kekuatan dan ketahanan kapal-kapalnya. NCC-1701-E, meluncur di tahun 2373, dan menjadi pesawat pertama yang menggunakan senjata baru Tipe-X Phaser Array sebanyak 12 buah, selain Photon dan Quantum Torpedoes. (Pesawat ini bisa dilihat di Star Trek : First Contact).

Ini adalah pesawat antariksa tercanggih yang dimiliki Armada Starfleet.

8. USS Enterprise NCC-1701-J



Pesawat ini adalah pesawat yang ada bahkan jauh di masa depan Star Trek. Pesawat raksasa ini besarnya lebih dari 1,5 kali Enterprise E. Tidak banyak informasi mengenai teknologi dari pesawat ini, tapi yang pastinya sangat jauh lebih maju.

Skema perbandingan ukuran varian Enterprise




Gambar dari film terbaru Star Trek, Star Trek XI. Perjalanan luar angkasa akan kembali dimulai..

Pesawat Tercepat di dunia

Berdasarkan rekor kecepatan udara (Air speed record) yang diklasifikasikan oleh Fédération Aéronautique Internationale (FAI), menyebutkan bahwa Pesawat non eksperimental yang memegang rekor tercepat di dunia sampai saat tulisan ini diplubikasikan, masih dipegang oleh SR-71 Blackbird dengan kecepatan 3530 km/jam (Mach 3,2).

Namun sebetulnya ada pesawat experimental yang lebih cepat namun tanpa awak (unmanned), yaitu Boeing X-43 NASA yang mencapai kecepatan 12144 km/jam (Mach 9,8). Berikut adalah pesawat-pesawat atau benda terbang tercepat di dunia sesuai dengan kelasnya.



1. BOEING NASA X-43


( Pesawat tanpa awak tercepat di dunia / the fastest unmanned aircraft in the world)

X-43 merupakan pesawat tanpa awak tercepat di dunia sekaligus menjadi benda terbang tecepat di bumi ini. X-43 merupakan sebuah pesawat eksperimen hipersonik tanpa awak (unmanned experimental hypersonic aircraft) yang dirancang dengan banyak variasi skala dimaksudkan untuk mengetes aspek yang beragam dalam penerbangan supersonic. Ini merupakan bagian dari program NASA Hyper-X.

NASA X-43 mencetak rekornya pada 16 November 2004 dengan mencapai kecepatan 12144 km/jam (Mach 9,8) pada ketinggian 13157 meter. Cara penerbangannya, Roket Pegasus yang membawa X-43 diluncurkan dari pesawat Boeing B-52. Setelah mencapai ketinggian yang diinginkan, roket ini dibuang, selanjutnya X-43 melaju dengan mesinnya sendiri yaitu mesin Scramjet.

Spesifikasi X-43 : - Berat (weight) = 1300 kg
- Panjang (length) = 3,7 meter
- Top speed = 12144 km/h (Mach 9,8)
- Awak (crew) = 0




2. North American X-15
(Pesawat bertenaga roket dan berawak tercepat di dunia)

X-15 merupakan pesawat bertenaga roket (rocket-powered aircraft) tercepat di dunia, sekaligus pesawat berawak tercepat di dunia (the fastest manned aircraft in the world). X-15 merupakan pesawat tercepat ke-2 di bumi. Sebagaimana dengan X-43, X-15 juga merupakan pesawat experimental NASA.

Spesifikasi X-15 : - Top speed = 7274 km/h (Mach 6,7)
- Jangkauan (range) = 450 km
- Awak (crew) = 1
- Panjang = 15,45 m
- Berat = 6620 kg





3. Lockheed SR-71 BLACKBIRD
(Pesawat jet berawak tercepat di dunia / the fastest jet airplane in the world)

Untuk jenis pesawat jet berawak non-experimental tercepat di dunia jatuh kepada SR-71 Blackbird. SR-71 mempati peringkat ke-3 pesawat tercepat di bumi. SR-71 merupakan pesawat dari pabrikan Lockheed. Pesawat ini merupakan pesawat intai strategis (Strategic Reconnaissance) yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat. Pesawat ini mencetak rekor kecepatan pada 28 Juli 1976 yang diawaki oleh Kapten Eldon W. Joersz dan Mayor George T. Morgan dengan kecepatan 3530 km/h (Mach 3,2) pada ketinggian 80000 ft (24 km).
Angkatan Udara AS mengkalim bahwa SR-71 merupakan satu-satunya pesawat mereka yang dapat beroperasi secara optimal pada ketinggian 24000 meter. Struktur Blackbird 93 % terbuat dari titanium agar pesawat tetap kokoh saat melaju dengan kecepatan di atas Mach 3. SR-71 kerap digunakan untuk melakukan tugas spionase (mata-mata) ke daerah musuh, sehingga untuk itulah pesawat ini dirancang agar dapat terbang tinggi agar tidak tertangkap radar dan senjata anti pesawat musuh.

Spesifikasi : - Top speed = 3530 km/h (Mach 3,2)
- Awak = 2
- Jangkauan (range) = 5400 km
- Panjang = 32,74 m
- Berat = 30600 kg







4. Westland Lynx 800 G-LYNX





(Helikopter tercepat di dunia / the fastest helicopter in the world)


Adalah helikopter Inggris raya yang dirancang oleh AgustaWestland. Westland Lynx 800 merupakan helikopter tercepat di dunia dan menempati peringkat ke-50an pesawat tercepat di dunia. Helikopter ini membukukan rekor pada 11 Agustus 1986 dengan kecepatan 401 km/jam (Mach 0,3). Westland Lynx biasa digunakan untuk SAR, pengangkutan strategis, air support, anti kapal selam, dll. Westland Lynx 800 mengalahkan kecepatan Sikorsy X-2 (366 km/jam) yang saat ini masih dalam tahap uji coba.


Spesifikasi :
- Top speed = 401 km/h (Mach 0,3)
- Jangkauan (range) = 528 km





Selain itu, adapun air speed record lainnya sesuai klasifikasi FAI adalah :

- Fastest gliding aircraft (Pesawat tanpa mesin tercepat) = Schempp-Hirth Nimbus-4DM (306,8 km/h)




Selain itu, adapun air speed record lainnya sesuai klasifikasi FAI adalah :

- Fastest gliding aircraft (Pesawat tanpa mesin tercepat) = Schempp-Hirth Nimbus-4DM (306,8 km/h)





- Speed attained during atmospheric reentry (kecepatan selama memasuki / penetrasi atmosfer bumi) = Pesawat ulang alik ( 28000 km/jam)





- Fastest landing speed record (pendaratan tercepat) = Tupolev Tu-134A (415 km/jam)

Rabu, 24 November 2010

Kisah ‘Rachel Corrie’ Relawan Amerika Tewas Bela Keluarga di Palestina

Kegigihan Rachel Corrie dalam memperjuangkan hak orang palestina yang ditindas dikenang oleh dunia, khususnya pejuang kemanusiaan. Saat ini nama relawan tersebut digunakan nama kapal para aktivis pro-Palestina untuk menggantikan kapal Mavi Marmara. Kapal itu diharapkan menembus blokade Israel dengan tanpa takut mengikuti kegigihan Rachel Corrie.

16 Maret 2003, Rachel Corrie, seorang perempuan muda warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia dengan cara yang tragis: dilindas buldoser Israel buatan AS. Hari itu, Corrie ada di Kota Rafah, Palestina, bersama teman-temannya dari International Solidarity Movement, menyaksikan penyerbuan tentara Israel ke kota itu. Dengan dalih mencari “teroris”, tentara Israel menyerang Rafah dengan amunisi lengkap.

Peluru-peluru berdesing, tank bergerak mencari mangsa, dan buldoser merubuhkan rumah-rumah warga setempat. Corrie mendidih melihat semua itu. Tatkala melihat sebuah buldoser Israel hendak menghancurkan sepetak rumah warga Palestina, Corrie berlari menyongsongnya. Mengenakan jaket jingga terang, Corrie berdiri tegap di depan buldoser itu. Tapi buldoser tak berhenti. Teriakan para warga tak digubris. Naas, Corrie akhirnya terlindas buldoser itu. Ia menemu ajal di Rumah Sakit Najar.

Hari itu Corrie memang telah tiada, tapi kita bisa membaca jejak perjuangannya hingga kini dari catatan hariannya. Agustus 2008 lalu, buku yang berisi kumpulan catatan harian Rachel Corrie telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dengan judul Let Me Stand Alone (Biarkan Aku Berdiri Sendirian).

Buku setebal 526 halaman yang diterbitkan Madia Publisher itu memuat pemikiran-pemikiran Corrie perihal perang, kemanusiaan, gaya hidup masyarakat modern, dan berbagai soal lainnya. Buku itu merupakan risalah yang mengecam perang sebagai sesuatu yang menodai kemanusiaan. Pengkotakan manusia karena perang, menurut Corrie, adalah sesuatu yang keji sebab manusia sebenarnya adalah saudara. “Mereka adalah kita. Kita adalah mereka,” begitu kata Corrie.

Lahir dari Olympia, AS, Corrie telah menjadi relawan kemanusiaan sejak usia belia—ia meninggal pada usia yang juga amat muda: 23 tahun. Keprihatinannya terhadap perang dan tragedi kemanusiaan mulai menemukan bentuknya tatkala ia tiba di Rusia sebagai relawan International Solidarity Movement. Saat itu, sebagaimana termaktub dalam catatan hariannya, Corrie mulai merasakan Amerika sebagai sesuatu yang asing. “Amerika tak mempesonaku lagi. Ia tak mampu memikatku lagi. Ia pudar dan terlipat di pinggiran pikiranku….” tulis Corrie dalam catatan hariannya.

Buku Let Me Stand Alone merupakan contoh yang menarik tentang bagaimana para perempuan yang menyaksikan perang dan kekerasan dari dekat kemudian mengekspresikan gagasannya melalui medium tulisan. Sejarah mencatat, cukup banyak perempuan yang terlibat dalam perang kemudian menuliskan catatan harian atau sebuah risalah khusus mengenai perang.

Laksmi Pamuntjak pernah menulis kajian apik perihal dua perempuan yang sama-sama menulis buku soal perang: Simone Weil dan Rachel Bespaloff. Dalam buku bertajuk Perang, Langit, dan Dua Perempuan (Nalar, 2006), Laksmi mengisahkan bagaimana Weil dan Bespaloff bergulat dengan realitas Perang Dunia Kedua dan kemudian sama-sama mencoba melakukan tafsir atas kekerasan yang gila itu. Uniknya, keduanya sama-sama menafsirkan perang dan kemanusiaan melalui epos terkenal karya Homeros, Illiad.

Weil dan Bespaloff—keduanya sama-sama keturunan Yahudi yang tinggal di Prancis saat perang mulai merajalela—tampaknya mencoba menganalogikan Perang Dunia Kedua dengan Perang Troya yang dikisahkan dalam Illiad. Esai Weil soal Illiad terbit pertama kali tahun 1940 dengan judul L’Illiade, ou le poeme de la force yang berarti Illiad, atau Sebuah Puisi tentang Kekerasan. Sementara itu, esai Bespaloff—yang sering dianggap merupakan tanggapan atas esai Weil meski Bespaloff sendiri menampik tudingan itu—terbit tahun 1943 dengan judul De l’Illiade. Kedua esai itu kemudian disatukan dalam buku War & Illiad pada 2005.

Sama-sama perempuan yang mencoba menafsir Illiad, menurut Laksmi, Weil dan Bespaloff menghasilkan renungan yang berbeda soal perang. Weil lebih pasifis: ia menolak kekerasan dalam bentuk apapun sehingga baginya manusia yang terlibat dalam perang—baik mereka yang baik atau jahat—sebenarnya sama saja. Mereka yang terlibat dengan kekerasan—dengan niat baik atau jahat—bagi Weil, akan menuju akhir yang sama: kehancuran.

Sementara itu, Bespaloff melihat perang dengan sebuah sikap rendah hati yang tak hitam putih: perang tidak hanya berisi kekejian yang menggila, tapi juga hal-hal yang patut dikagumi, seperti semangat manusia berkorban demi sesamanya. Bagi Bespaloff, terlibat dalam suatu perang tak mengharuskan manusia berhenti memiliki harapan dan kebaikan.

Perempuan lain yang tersohor karena catatannya mengenai perang adalah Anne Frank. Tak tanggung-tanggung, ia adalah tokoh yang oleh Majalah Times dimasukkan ke dalam satu dari 100 Tokoh Abad 20 bersama nama-nama besar dunia seperti Lenin, Stalin, Mahatma Gandhi, dan Roosevelt. Anne Frank adalah gadis belia asal Belanda yang bersembunyi selama dua tahun saat tentara Nazi Jerman menyerang negerinya.

Buku hariannya merekam hari-hari Anne dalam masa sembunyi itu dan bagaimana perubahan dramatis terjadi di negerinya selama Perang Dunia Kedua. Buku yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan judul Catatan Harian Anne Frank (Jalasutra, 2006) itu telah dibaca lebih dari 10 juta manusia dan menjadi salah satu autobiografi yang paling disukai sepanjang waktu.

Sama seperti catatan Corrie serta esai Bespaloff dan Weil, buku Anne Frank mengingatkan kita betapa kekerasan dan perang bukan hanya menghasilkan penderitaan yang memedihkan. Di tengah perang dan kekerasan, manusia juga bisa menuliskan catatan yang menginspirasikan banyak orang. Risalah-risalah itu adalah mutiara yang bersinar di antara tumpukan mayat, genangan darah, dan isak tangis manusia akibat perang.

Rachel Corrie. Sejak Olympia Movement for Justice and Peace (OMJP), Olympians for Peace in the Middle East (OPME), Students Educating Students about the Middle East (SESAME), Olympia Fellowship of Reconciliation (FOR) hingga International Solidarity Movement (ISM) disuplai energi kemanusiaan olehnya untuk meneriakkan kata “Merdeka!” Karena penjajahan yang diprakarsai negaranya (AS), Inggris dan Negara-negara Eropa masih berlangsung di hampir setiap sudut bumi ini.

Dengan pilihan merdeka, Rachel Corrie pergi ke Palestina. Rachel mempelajari isu tak masuk akal Palestina yang berhembus ke telinga dunia dengan kata “konflik” Palestina-Israel. Akhirnya dia dapati kenyataan bahwa Israel menjajah Palestina sejak lebih setengah abad lampau.

“Rachel, untuk pergi ke Palestina, kewajibankah? Tak seorangpun menyalahkanmu untuk mengurungkan niat itu,” ujar Mama Rachel. Rachel menjawab pasti, “Barang-barang sudah kukemas. Rasa takut itu manusiawi. Tapi kupikir, melakukannya tak mustahil. Harus kucoba, Mam.” Seatraktif apapun bujukan keluarganya, niat Rachel tak tergoyahkan. Tekad telah bulat, “Goodbye Olympia…”

Januari 2003. Rachel berangkat ke Israel untuk transit ke Tepi Barat. Setibanya di tanah para pengungsi itu, dia langsung bergabung bersama insan internasionalis (dari Inggris, Jerman, Itali dll) di International Solidarity Movement (ISM); wadah para pegiat kemanusiaan anti penjajahan. Pergerakan ini hanya memiliki dua syarat partisipasi: Pertama, pegiatnya yakin bahwa bangsa Palestina berhak merdeka berdasarkan hukum internasional dan resolusi PBB. Kedua, pegiatnya hanya menggunakan cara tanpa kekerasan untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina.

Ketika tiba di Rafah, Rachel saksikan tank, bulldozer, menara-menara sniper dan pos-pos penggeledahan Israel bertengger di antara puing-puing bekas pemukiman penduduk Gaza. Tembok baja raksasa dibangun di reruntuhan dekat perbatasan Mesir. Matanya menyapu sekeliling; tampak orang-orang Palestina bertahan, meski penindasan terus berlangsung. Wajah-wajah lusuh itu menjalani hidup serba kekurangan, menderita dan menunggu giliran direnggut maut. Itulah kisah jejakan pertama Rachel di bumi Palestina, seperti yang dikisahkan Craig Corrie, Mama Rachel Corrie.

Rachel abstraksikan bahaya di daratan gersang itu. Debam-debam ledakan nyaris tak berjedah diselingi suara peluru-peluru yang dimuntahkan. Sesekali jerit ketakutan penduduk samar terdengar. “Bisakah kau dengar itu…? Bisakah kau dengar itu…?” ujar Rachel terbata-bata saat pertama kali menelepon mamanya dari rumah seorang Palestina tempat dia tinggal.

Di Rafah, Rachel dan pegiat kemanusiaan lainnya menjadi benteng hidup, berdiri mengelilingi pekerja air kota Palestina yang menggali sumur. Dia hadang moncong laras panjang sniper-sniper militer Israel yang berada di menara benteng. Desir angin panas membahanakan deru misil-misil, tak hanya di Palestina, tapi ke seantero jagad.

Rachel dan rekan-rekan terus berdiri mengelilingi sumur-sumur yang sedang digali para pekerja hingga lewat tengah malam. Demi setetes air agar basahi tenggorokan pengungsi Palestina yang terkurung sejak lama di bui Gaza. Hanya itu satu-satunya cara, setelah kebun zaitun penduduk Palestina dilindas buldoser-buldoser tentara IDF (tentara pertahanan Israel), setelah tentara-tentara Israel menimbun sumur-sumur dengan puing-puing rumah penduduk.

Rachel mengasuh bocah yatim massal Palestina dalam naungan Children’s Parliament. Merekalah yang memantapkan kedewasaan Rachel. Melalui mereka, Rachel bisa berbahasa Arab. Melalui Rachel mereka berkenalan dengan bahasa Inggris.

Meski berada dalam situasi gawat di Rafah, Rachel dan kawan-kawan sempat berdemonstrasi menentang militer AS yang meluluhlantak Irak pada 15 Februari 2003. “Ini salah satu tragedi terbesar dalam sejarah,” tutur Rachel.

Kampung halaman: Olympia atau Gaza? Di mata Rachel sama pentingnya. Rachel menjadi tambang yang menyimpul komitmen persaudaraan Gaza-Olympia. Wanita, anak-anak bergabung dalam pekan raya persaudaraan prakarsa Rachel itu.

Rachel menghadang tentara IDF yang hobi meluluhlantak pemukiman penduduk Palestina terutama Gaza. Rachel sengaja menghuni rumah penduduk yang menjadi incaran buldoser-buldoser Zionis-Israel. Rachel sadar, hak hidup merdeka milik semua bangsa, termasuk bangsa Palestina. Ya, Rachel tahu, hukum internasional harusnya melindungi ribuan orang di Rafah, Jalur Gaza. Tak ada hak siapapun untuk memusnahkan bangsa lain, apapun dalihnya, termasuk dalih pendirian negara ilegal Israel dan perluasan wilayahnya oleh IDF dengan membasmi penduduk di daratan berbatasan Mesir itu.

16 Maret 2003. Bersama tujuh pejuang internasional kemanusiaan dari Amerika dan Inggris, Rachel rela menjadi benteng hidup agar sisa rumah-rumah warga Palestina selamat dari serudukan buldoser Caterpillar D-9R milik tentara Israel. Rachel dan aktivis ISM lainnya yakin, bangsa Palestina berhak hidup aman di rumah mereka, di sekolah bahkan di dalam bis. Rachel berprinsip; penjajahan Israel atas bangsa Palestina harus berakhir secepatnya. Pembantaian tak pernah dilakukan orang-orang beradab, apalagi dengan dalih perluasan wilayah. “Mungkin aksi damai efektif sebagai solusi hingga terhenti pembantaian orang-orang Palestina. Sebagaimana penduduk Amerika dan seluruh dunia bisa hidup merdeka, demikian Palestina,” tutur Rachel.

16 Maret 2003. Dua bulldoser dan tank-tank Israel melaju kencang di jalanan Hi Salam, Rafah, Jalur Gaza, perbatasan Mesir menuju rumah-rumah penduduk Palestina. Satu buldoser dikendarai operator, dipandu seorang tentara yang berhenti tepat di depan rumah Nasrallah, salah satu keluarga di Rafah. Sudah beberapa hari Rachel tinggal di dalamnya. Bukan sekedar menumpang tidur, tapi Rachel sengaja menghendaki tentara IDF mengurungkan niat membongkar rumah itu karena keberadaannya. Juga, Rachel menegaskan tekadnya untuk bersama warga Palestina memperjuangkan kemerdekaan. Kesan seram ini dipotret Rachel melalui e-mail yang dikirim kepada Mamanya: Dua kamar depan rumah mereka tak dapat digunakan. Dinding-dindingnya hancur ditembus peluru Israel. Seluruh anggota keluarga; tiga anak dan dua pasang suami istri tidur di ruang tengah. Aku tidur di lantai bersama anak perempuannya, Iman dalam satu selimut.

Sekitar jam 5 sore, buldoser meraung-raung meminta tumbal. Saat melintas, rantai roda baja itu menyemburkan onggokan tanah kering hingga menimpuk aktivis-aktivis yang menjadi benteng hidup rumah warga Gaza itu. Seorang aktivis Amerika terlempar berguling-guling sebelum akhirnya tersangkut di kawat berduri dan seorang aktivis Inggris terjepit dinding. Buldoser D9R Israel siap melindas rumah itu, Rachel bergegas lari menghampiri. Dia tahu, keluarga Nasrallah berada di dalamnya. Dia hadang buldoser itu selayak Polantas menghentikan mobil di jalan raya. Aksi ini biasa dilakukan aktivis ISM sebelumnya.

Buldoser Israel tak berhenti. Aktivis-aktivis ISM lain menjerit histeris melambai-melambaikan tangan. Mereka ketakutan. Raungan buldoser menindih semua suara. Melihat D-9R semakin bergairah menyeruduk, Rachel berupaya memanjat gundukan tanah yang dikeruk pisau buldoser agar tak tertelan. Posisi Rachel di atas gundukan itu cukup tinggi, pasti tentara IDF yang mengoperasikan kendaraan baja itu melihatnya. Tapi serdadu itu tetap tancap gas. Rachel terbanting kemudian terseret pisau Bulldozer. D9R terus melaju. Rantai-rantai baja bergemeretak melindas Rachel, kemudian mundur. Tersisa tubuh hancur Sang gadis Olympia.

Teman-teman Rachel bergegas menghampiri. Rachel masih hidup kala itu. Dia sempat berkata, “Sepertinya punggungku remuk.’’ Tak lama ambulan Palestina datang. Saat itu dipastikan tiada harapan hidup bagi Rachel. Gadis berambut pirang itu dinyatakan meninggal beberapa saat setelah tiba di rumah sakit lokal.

Sayang, Rachel Corrie berada di pihak yang “salah.” Dia mati dilindas buldoser Israel. Karena alasan itulah pemerintahnya (Amerika Serikat) mendiamkan dan menghentikan kasusnya.

Rachel Corrie, abadilah namamu sebagai pejuang kemanusiaan. Engkaulah energi hidup yang menghidupkan.

Namanya Diabadikan Sebagai Nama Kapal Yang Akan Menembus Blokade Israel

Kegigihan Rachel Corrie dalam memperjuangkan hak orang palerstina yang ditindas dikenang oleh dunia, khususnya pejuang kemanusiaan. Saat ini nama relawan tersebut digunakan nama kapal para aktivis pro-Palestina untuk menggantikan kapal Mavi Marmara. Kapal itu diharapkan menembus blokade Israel dengan tanpa takut mengikuti kegigihan Rachel Corrie.

Kegagalan enam kapal misi kemanusiaan mancanegara mencapai Gaza akibat serangan brutal Israel, Senin (31/5/2010), tidak menyurutkan semangat para aktivis. Mereka berjanji untuk kembali mencoba menembus blokade Israel terhadap Gaza dengan memberangkatkan MV Rachel Corrie, kapal dagang yang dibeli para aktivis pro-Palestina.

Pihak penyelenggara misi, Selasa, mengatakan bahwa kapal yang menyandang nama aktivis perempuan Amerika yang tewas di Jalur Gaza pada 2003 itu sudah diberangkatkan dari Malta, Senin. Tekad para aktivis itu ditanggapi seorang pejabat Israel dengan mengatakan bahwa pihaknya akan menghambat misi kapal tersebut. Kondisi ini kembali memunculkan konfrontasi baru setelah insiden Senin berdarah. “Kami berinisiatif mendobrak blokade Israel terhadap satu setengah juta warga Gaza. Misi kami tidak berubah dan ini menjadi misi ‘flotilla’ terakhir,” kata Greta Berlin, aktivis Gerakan Pembebasan Gaza yang berbasis di Siprus ini

* Kumpulan catatan Rachel Corrie sejak Rusia hingga Palestina berikut reportasenya selama di Gaza pada akhir 2002 dan 2003 dengan judul LET ME STAND ALONE: Goresan Pena Gadis Amerika yang Dilindas Buldoser Israel Hidup-hidup di Palestina, telah diterbitkan oleh penerbit MADIA

Misteri Ka’bah yang Menggemparkan Massa


Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.


Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.


Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.



Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda :

Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.

Mekah Jadi Pusat Waktu Dunia ??

Kalau sampai saat ini warga Dunia masih menjadikan GMT (Greenwich Mean Time) sebagai pusat waktu dunia dan titik awal resmi setiap hari baru.Maka mulai tahun ini,atau tepat nya Ramadhan saat ini seluruh umat islam didunia akan mempunyai patokan waktu yang lebih islami dan berlaku seluruh dunia.Inilah beritanya,yang dikutip dari dakwatuna.com :

Telegraph, Rabu (11/8/2010), melaporkan, jam tersebut ditempatkan di atas Mekkah Royal Clock Tower yang mendominasi kota suci Islam itu. Ini adalah jantung dari sebuah kompleks luas yang didanai Pemerintah Arab Saudi, di dalamnya terdapat hotel, pusat perbelanjaan, dan ruang konferensi.

Penampilan menara jam raksasa itu sangat mirip dengan dua Menara St Stephen (St Stephen’s Tower), yang merupakan tempat untuk lonceng Big Ben dan Empire State Building. Menara jam Saudi itu memang bertujuan untuk mengalahkan saingannya di Inggris tersebut dalam segala segi.

Jam empat wajah itu berdiameter 151 kaki dan akan diterangi dua juta lampu LED serta dilengkapi tulisan berhuruf Arab ukuran besar yang berbunyi, “Dalam nama Allah”. Jam akan berjalan berdasarkan Standar Waktu Arabia (AST), yang tiga jam mendahului GMT. Begitu sebuah puncak berkilauan ditambahkan, berupa bulan sabit untuk melambangkan Islam, tinggi bangunan tersebut akan menjadi hampir 2.000 kaki, yang menjadikannya sebagai bangunan tertinggi kedua di dunia.

Jam Big Ben, sebagai perbandingan, hanya berdiameter 23 kaki, tinggi menaranya hanya 316 kaki.

Warga Mekkah juga akan diingatkan bahwa sudah waktu untuk berdoa ketika 21.000 lampu hijau dan putih, dapat terlihat dari jarak 18 mil, menyala lima kali sehari.

Para ulama Islam berharap pengaruh jam bisa menjangkau wilayah yang lebih luas, melampaui gurun pasir Arab Saudi, sebagai bagian dari sebuah rencana agar Mekkah dapat meruntuhkan Observatorium Greenwich sebagai “pusat bumi”.

Selama 125 tahun terakhir, masyarakat internasional telah menerima bahwa awal setiap hari harus diukur dari meridian utama, yang mewakili bujur 0 derajat, yang melewati Observatorium Greenwich.

Sebuah standar waktu di mana jam-jam lainnya menyesuaikan untuk kebutuhan mengatur perjalanan dan komunikasi global, tetapi dalam dunia Islam, gagasan bahwa itu harus berpusat di London dilihat sebagai anakronisme kolonial.

Seperti Mohammed al-Arkubi, manajer salah satu hotel di kompleks itu, tegaskan, “Menempatkan waktu Mekkah di hadapan Greenwich Mean Time. Itulah tujuannya.”

Menurut Yusuf al-Qaradawi, seorang ulama Mesir yang dikenal di seluruh dunia Islam karena acara televisinya yang populer, “Syariah dan Kehidupan”, Mekkah memiliki klaim yang lebih besar untuk menjadi meridian utama karena berada “dalam keselarasan sempurna dengan (garis) magnet utara.”

Klaim yang menyatakan bahwa kota suci itu merupakan “zona magnet nol” telah meraih dukungan dari sejumlah ilmuwan Arab, seperti Abdel-Baset al-Sayyed dari Pusat Penelitian Nasional Mesir yang mengatakan tidak ada gaya magnet di Mekkah. “Itulah sebabnya jika seseorang melakukan perjalanan ke Mekkah atau tinggal di sana, dia hidup lebih lama, lebih sehat, dan kurang dipengaruhi oleh gravitasi bumi,” katanya. “Anda mendapatkan energi.”

Kita sebagai umat muslim,khususnya di Indonesia tentunya amat merasa senang sekaligus bangga kalau umat Islam seluruh dunia punya standar patokan waktu yang berlaku universal.Sehingga pelan tapi pasti Umat Islam akan menjadi pemimpin untuk seluruh penduduk bumi.Semoga.Amiin..

Selasa, 16 November 2010

kendaraan pengangkut barang terbesar untuk alat transportasi

Ada 6 kendaraan pengangkut barang terbesar untuk alat transportasi.

1. Antonov AN 225 Mriya.


Pesawat dengan layar tetap buatan Antonov. Lebar sayapnya saja hampir 100 meter dan menjadi pesawat dengan sayap paling besar saat ini. Panjangnya tidak berbeda dengan sayapnya, karena diperuntukan untuk mengangkut barang besar. Mengangkut apa saja, katanya bisa membawa mesin kereta api bila perlu. Atau turbin power listrik seberat 150 ton juga bisa masuk.

2. Airbus A380


Pesawat 2 tingkat termodern saat ini. Dibuat sejak 2007, disebut juga super jumbo. Dibandingkan Boeing 747, pesawat ini memiliki ukuran 1.5x. Dan luasnya mencapai 5.000 kaki persegi. Mampu membawa 525 , dan maksimum 800 penumpang, kalau dirancang sebagai pesawat metromini.

3. Knock Nevis si Super Tanker


Kapal ini ada dilaut. Dibuat oleh Sumitomo Heavy Industries Jepang. Panjangnya saja 400m lebih. Lebih panjang dari gedung Empire State di Amerika. Kapal Nevis sudah berlayar sejak tahun 1979, dibawah beberapa nama.
Pernah ditenggelamkan selama perang irak dan iran terjadi ditahun 80 an. Kembali di angkat dan dibangun kembali.

4. Kapal pesiar MS Oasis


Berada di laut sebagai kapal pesiar, dibangun oleh STX Europe negarq Finlandia.
Kapal ini paling banyak mengangkut penumpang dan paling panjang sebagai kapal pesiar. Rekornya 6.000 orang masuk kedalam kapal. Bukan penumpangnya yang membuat heboh, tetapi disain kapal didalamnya. Dari ruang latihan untuk golf, beberapa kolam renang, pub kecil, bar, dan toko. Bahkan disebutkan kapal ini memiliki taman didalamnya dengan 12 ribu tumbuhan lebih dan lusinan pohon diatas kapal.

5. Bagger 288


Ini bukan untuk orang, tetapi sebagai alat pengaruk tanah terbesar didunia
Dibangun oleh Krupp Jerman. Panjangnya 200 mter lebih, tetapi tinggi menaranya mencapai hampir 100 meter. Dibuat tahun 1978 untuk dipekerjakan di tambang batubara Jerman. Walau besar, alat ini hanya mampu berjalan 10 meter setiap menitnya.


6. NASA Crawler-Transporter


Sudah pasti mengenal alat pengangkut dari Nasa, dibuat oleh Marion Power Shovel Amerika.
Nasa memiliki 2 alat seperti ini. Mampu membawa sebuah pesawat ruang angkasa lengkap dengan pesawat dan mesin pendorongnya. Jalannya sangat lambat, hanya 3km perjam boo.